Segitiga Kehidupan Saat Terjadi Gempa (SKSTG)

Segitiga Kehidupan Saat terjadi gempa
Oleh. Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI),

Pengalaman
Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.
Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.
Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.

Percobaan
Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan".
Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.
Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.

Fakta
Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985.
Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing.
Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.

Teori segitiga kehidupan
Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan".
Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk.
Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Amati
Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

Sepuluh (10) Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi :
1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal.
Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga.
Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa orang yang anda cintai. Terima kasih....

Salam Hangat,

Alhakimc

Bunda... Dikakimu Kubersimpuh

Perjalanan hidup seorang anak manusia tidak ada satupun yang pernah tahu kemana Tuhan akan membawanya...kadang diatas kadang dibawah, pasang surut seperti gelombang dan naik turun...

Alkisah seorang anak bernama Kayla sejak kecil hidup dengan penuh cinta dari ibunya dan ketegasan dari ayahnya, perpaduan sikap lembut dan tegas menyatu pada diri Kayla. Kayla tumbuh dan besar dengan segala liku-liku kehidupan hingga membentuk dirinya menjadi seorang yang sangat mandiri, menyenangkan, hangat juga baik hati.

Hingga Kayla kemudian membina rumah tangga dengan pria idamannya, meniti hidup dengan bahagia. Namun perjalanan rumah tangga Kayla bagaikan jalan yang berliku-liku, harapan dan impian Kayla membangun keluarga yang bahagia, memiliki pasangan hidup yang bisa menjadi imam dan tiang rumah tangga kandas dan hancur lebur berkeping-keping. Harapan dan impian tidak selalu dapat diwujudkan dalam dunia nyata jika segalanya tidak ditata dan dikomunikasikan dengan baik.
Akhirnya perpisahan pun terjadi, yaitu Perceraian sesuatu yang sangat dibenci Allah, apa daya perjalanan hidup membuat segalanya berubah.

Kayla menjadi orangtua tunggal, memulai hidup dari nol, menjalankan fungsi ayah dan ibu dilakoni Kayla dengan kesabaran dan ketabahan. Masalah datang bertubi-tubi tiada putus hingga melibatkan keluarga, terutama Bunda. Tidak ada orang tua yang sampai hati membiarkan anak-anaknya susah, menghadapi kesulitan hidupnya sendirian.

Problem berat yang dihadapi Kayla terkadang membuat jiwa dan pikiran Kayla seperti kosong. Tanpa disadari sering menyakiti hati Bunda dengan kata-kata atau tindakan yang barangkali kurang berkenan di hati bunda. Tanpa disadari hal itu membekas di hati Bunda.

Waktu terus bergulir, Kayla masih terus bergulat dengan kehidupan yang keras dan keinginan untuk kembali memperbaiki kondisi ekonomi dan financial. Kayla tidak pernah berputus asa, selalu mencoba peluang-peluang yang ada, namun ketika akan menjadi suatu kenyataan , peluang2 itu selalu hilang tanpa alasan yang jelas.

Suatu saat Kayla bercerita kepada penulis, Kenapa saya selalu gagal jika ada kesempatan dan beberapa kali gabung berbisnis dibohongi terus. "Saya harus bagaimana Mba?"

Penulis menggali cerita dari Kayla mulai dari bagaimana berbisnis dan lain-lain hingga sampai pada pernyataan bagaimana Kayla pernah melakukan kesalahan kepada Bundanya. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, penulis hanya mengatakan ”coba deh minta maaf kepada Bunda dengan sepenuh hati, cium kakinya, basuh dan mohon doa serta restunya.”

Kayla menyadari arti penting makna kehidupan. Betapa orangtua adalah segalanya, terutama cinta ibu yang tidak pernah putus-putusnya mendoakan anak-anaknya menjadi anak2 yang soleh dan soleha. Doa ibu adalah kunci sukses anak2 menuju kebahagiaan hakiki dalam menjalani hidup. Dan kehidupan setelah kematian.

Jika Ibu sudah merasakan kecewa dan sakit hati terlebih2 jika berucap sesuatu maka terjadilah. Kayla menyadari kesalahan-kesalahannya, menangislah Kayla dalam perenungannya, betapa hidup tiada berarti jika restu dan maaf ibu tidak pernah didapat. Lepas dari pengalaman rohani setelah mengikuti pelatihan, Kayla bersujud kepada Ibunda dan mencium kaki Ibunda serta membilas sebersih-bersihnya kaki bunda, memohon ampun, maaf dan restu. Hujan tangis dan haru mengikuti hati ibu dan anak, dimana kedua manusia menyadari bahwa Allah sudah menunjukkan hidayahNya. Karena Allah masih sayang kepada Kayla, masih memberi kesempatan Kayla meminta maaf. Kayla bersyukur sudah melakukan hal terbaik dalam hidupnya, mendapatkan maaf dari Ibunda tercinta. Semoga doa Ibunda yang tulus dapat melapangkan segala urusan Kayla.

Kayla sekarang merasakan segalanya menjadi lapang, Menjadi pribadi yang tenang dalam mensikapi masalah. Merasakan banyak kemudahan-kemudahan dalam hidupnya, menikmati dan mensyukuri setiap yang didapat. Merasakan hidup lebih indah, bermakna dan penuh warna. Hidup bermanfaat bagi orang banyak itulah yang dirasakan Kayla saat ini...tentunya setelah melewati dan mengalami pengalaman rohani yang luar biasa.

Teman...Kayla adalah salah satu contoh kasus dimana dia bisa mengambil hikmah dari pengalaman rohani dan hidupnya. Menjadikan pengalamannya sebagai proses pembelajaran, jadi mungkin Kita bisa belajar dari Kayla, bahwa meminta maaf kepada orangtua terutama Ibu adalah hal yang sangat penting dan berarti besar untuk kehidupan di dunia dan kehidupan sesudah kita berpulang kepadaNya.

Sudahkah anda melakukan? Lakukanlah sekarang...jangan menunda-nunda, ini bulan baik, Ramadhan bulan penuh pengampunan untuk kita yang beragama Islam, dan non muslim pun juga bisa melakukan hal yang sama.

Segalanya berpulang kembali kepada Anda...hanya anda yang tahu jawabannya....

Penuh cinta,
5 September 2009

Share Positive Minds

Seolah Tak Berujung

Musibah datang silih berganti, baik yang datang menghampiri diri kita sendiri , seperti ; kegagalan dalam bisnis, kehilangan pekerjaan, diberi penyakit, kehilangan harta, atau bahkan kehilangan orang orang yang kita cintai. maupun musibah yang menimpa orang orang sekeliling kita.
Belum habis rasa pilu kita atas gempa yang terjadi di Jwa barat, ujian lain pun terjadi di Jogja menghampiri saudara saudara kita disana.

Disaat musibah datang menghampiri, sering kita merasa seolah tidak ada ujung, seolah tidak ada jalan untuk keluar, seolah memaksa kita untuk berputus asa. bahkan seolah olah kita ditakdirkan untuk hidup dalam masalah selamanya.

Benarkah ?

Kita memang sering dihadapkan pada masalah , ujian atau bahkan musibah , namun haruskah kita berputus asa ?

Allah memberikan ujian kepada kita sebagai salah satu dari bentuk kasih sayang-Nya kepada kita dan juga sebagai teguran bagi kita
Ujian sebagai salah satu cara untuk menguatkan diri, untuk menghapus dosa kita, dan menguji kadar keimanan kita kepada-Nya. Ini adalah kehendak Allah yang tidak bisa kita tolak.

Hal terbaik yang harus kita lakukan bukanlah bagaimana agar terhindar dari ujian, tetapi bagaimana kita bersikap dalam melalui ujian ini.

Apakah kita menyikapinya dengan bersabar atau dengan berputus asa?
Apakah kita mendulang pahala ditengah ujian atau mengumpulkan dosa?
Inilah yang harus kita pilih,

Karena

Kita tidak bisa memilih agar tidak mendapatkan ujian.
Jika ujian itu datang, bersabarlah. Lalui ujian dengan usaha yang keras, Berbaik sangka kepada Allah dan memohon pertolongan Allah agar kita diberikan kekuatan dan kesanggupan dalam menjalani semua ujian yang diberikanNya sambil tetap menjaga keyakinan kita bahwa Allah tidak akan membebani kita diluar kemampuan kita.

Seberat apa pun ujianyang kita terima , Dia menyiapkan dalam satu paket dengan kekuatan kita, Tetaplah berprasangka baik atas segala ketetapanNya..Insya Allah kita bisa memikulnya.

Mohon maaf lahir & bathin

Cahaya mentari bulan Ramadhan perlahan menghilang di ufuk barat
Berganti gema Takbir dan Takhmid menyambut Hari Kemenangan
Tetesan air mata haru mengiringi kepergian Sang Penghulu bulan

Selamat jalan bulan penuh Barokah
Selamat jalan bulan penuh Ampunan
Ya Allah Ya Rabb...
Dengan kemurahanMU kami kembali ke fitrah
Putih bersih suci bak sinar MalaikatMU
Ya Allah Ya Rabb...

Ijinkanlah kami untuk bertemu kembali dengan bulan seribu bulan
Agar kami merasakan kembali limpahan Rahmat dan Rahim MU

ALLAHUAKBAR....ALLAHUAKBAR....ALLAHUAKBAR
LAILAHAILLALLAH HUALLAH HUAKBAR
ALLAHUAKBAR WALILLAILHAMD

Dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati,
Saya beserta Keluarga mengucapkan:

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Taqaballahu Minna Wa Minkum Taqobal Yaa Kariim…
Kullu ‘Amin Wa Antum Fi Khoir…
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin
atas segala kekhilafan yang pernah diperbuat selama ini"

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dgn mendapatkan rahmatNya,
pengampunan dari segala dosa, dan dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang pandai ber-Syukur, Ikhlas dan Tulus dalam beribadah serta kembali ke Fitrah.
Semoga segala amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ini diterima dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Amien Yaa Robbal'alamien

Life for Success
HENDRY RISJAWAN, FITRI HARYANTI, ALYA PUSPANINGRUM

SPANDUK

Siapa kini yang membaca spanduk? Kecuali bila tak sengaja? Tergantung-gantung di atas kita, melintang jalanan, kain-kain bertuliskan sejumlah kata itu entah apa gunanya. SUKSESKAN PEKAN PARIWISATA. KELUARGA BERENCANA UNTUK MENSUKSESKAN PEMBANGUNAN. DIRGAHAYU…Mereka cuma hadir di sana, sudah.

Rasanya kita membiayai pembelian cat, kain, sejumlah tenaga, dan memesan kalimat-kalimat tertentu – tapi tidak teramat peduli apakah kata-kata itu bakal diacuhkan atau tidak. Spanduk akhirnya hanya hiasan rutin, dalam rangka suatu kegiatan. Kata “hiasan” pun mungkin tidak tepat. Spanduk itu bahkan mungkin menghalangi harmoni. Bahkan kain terentang, yang mempertahankan diri pada huruf-huruf itu, tak pernah lebih indah ketimbang puluhan papan iklan yang kini memberi warna – menyebalkan atau tidak – di pojok-pojok.

Tapi sebagaimana halnya iklan, spanduk juga bisa mencerminkan sesuatu tentang situasi. Ia bisa bercerita tentang hubungan kita kini dengan kata-kata, dan seketika itu juga, tentang hubungan kita dengan orang banyak. Dari kata-kata yang tertera di sana bisa terlihat bahwa mungkin si pembuat (sebuah panitia lokal, atau sebuah jawatan pemerintah) tak menyadari lagi bahwa kalimat-kalimatnya sudah amat membosankan. Bahwa inspirasinya tinggal nol. Bahwa ia tak bisa lagi menggugah. Mungkin keyakinan memang tak penting baginya. Sebab mungkin yang utama baginya hanya ini: “Saya telah menjalankan instruksi, yakni membuat spanduk, titik.”

Artinya, ia tak begitu repot memikirkan efektivitas kata bagi orang lain. Artinya, ia mungkin hanya penyangga suatu “gaya” yang rupanya tengah dominan, gaya birokrat-pejabat, yang dunia sintaktisnya terbatas pada SK dan memo-memo kantor. Dari situ ia tak berani menyimpang. Ia ingin patuh. Ia tak ingin melakukan sesuatu yang menarik perhatian orang di luar. Ia takut bahwa popularitas, usaha menarik hati orang banyak, adalah sesuatu yang kurang wajar. Ia memang bukan orang politik, yang hidupnya terangsang oleh pergulatan dan pergaulan dengan khlayak, di mimbar atau di jalanan.

Maka spanduk yang dibikinnya, anjuran-anjuran yang dimaklumkannya, mungkin memang tak dimaksudkan menggerakkan hati masyarakat – meskipun itu dalam perkara segawat keluarga berencana. Spanduk itu mungkin cuma untuk membuktikan suatu kegiatan, dengan suatu anggaran, untuk suatu proyek – supaya pak atasan itu mengangguk-angguk oke, oke.

SINGLE IS HAPPY

Memutuskan menjadi single atau single parent adalah pilihan. Menyadari sepenuhnya bahwa itu adalah pilihan yang terbaik di dalam hidup seseorang, tentunya setelah memikirkan baik buruknya. Tidak ada yang salah atau benar pada pilihan tersebut…

Memilih single atau hidup sendiri tentunya berpikir akan lebih bebas dalam memutuskan, melakukan atau mengerjakan apapun, tidak ingin dibebani oleh urusan rumah tangga, seperti mengurus pasangan hidup, anak-anak ataupun masalah di dalam rumah tangga. Mereka lebih memfokuskan berkarir dan memberi perhatian kepada keluarga , anak-anak dari kakak atau adik dari saudara yang dimiliki oleh mereka. Atau mengadopsi anak-anak dari orang-orang dilingkungan terdekat dan pada posisi ekonomi sulit.

Single parent atau orang tua tunggal, karena bercerai atau ditinggal mati oleh pasangan hidupnya. Siap tidak siap mereka menjalani fungsi ganda sebagai ayah atau ibu kepada anak-anaknya.

Single Parent Laki-laki atau Perempuan sebenarnya tidak ada bedanya, sama-sama pada posisi harus membesarkan dan memberikan kehidupan serta pendidikan yang layak kepada anak-anak mereka.
Yang membedakan hanya pada perlakuan...pada masyarakat tertentu mungkin status Janda atau Duda sudah biasa, tetapi di lingkungan di mana masyarakatnya masih terbelenggu oleh mitos Janda tanda kutip ' ' sangat tidak menguntungkan pagi para single parent perempuan terutama dalam hal perlakuan.

Perlakuan merendahkan martabat atau memojokkan bisa datang dari pihak laki-laki atau perempuan. Seperti kasus yang terjadi pada rekan saya dimana dia berteman sangat dekat dengan sahabat perempuan, sehingga segala duka lara serta kegembiraannya diceritakan kepada temannya, karena merasa sudah sehati, namun waktu bergulir dimana kebersamaan itu terputus karena hal-hal yang tidak sejalan.

Menyadari ketergantungan yang tinggi terhadap temannya, sahabat dari teman saya merasa tidak terima ditinggalkan, berceritalah sang sahabat segala apa yang diceritakan rekan saya kepada pihak lain dengan menceritakan A-Z yang intinya menceritakan bahwa mantan sahabatnya yang single parent itu mencari uang dengan cara yang merendahkan harkat martabat sebagai seorang perempuan, yang sebenarnya sahabat rekan saya itu tahu bawa rekan saya adalah perempuan bermartabat tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan dan tetap menjaga dirinya sebaik mungkin walau secara finansial belum mampu dan dia bisa tetap berusaha mencari nafkah dengan cara yang halal dengan segala kemampuan yang dia miliki. Saya katakan kepada rekan saya, hal itu biasa terjadi karena perempuan single parent adalah obyek yang paling gampang untuk ditindas, terutama jika dia lemah dalam ekonomi.

Kasus lain yang terjadi pada teman saya lainnya, disuatu kesempatan teman saya berkesempatan bertemu dengan seorang kolega, laki-laki, menikah. Karena adanya kecocokan dalam berdiskusi, mereka menjadi teman dekat dan menyadari status serta posisi masing-masing. Teman saya menyadari ketertarikan sang teman pria kepada dirinya, tapi dia berusaha memposisikan diri hanya sebagai teman. Hingga suatu saat berkatalah sang teman pria, kamu ngg kesepian? Bagaimana kamu menghandle human need kalau lagi ingin? Dengan berbagai cara dia berusaha membuat teman saya merasa ingin untuk melakukan hal-hal diluar batas pertemanan menjadi perselingkuhan. Itu adalah pertemuan dan pertemanan terakhir antara teman saya dan teman prianya. Harga diri aku kaya diinjak-injak mba...mentang2 aku janda terus dengan gampangnya mengajak tidur...karena dibilang kesepianlah, butuh teman bercerita dan seterusnya dan seterusnya...sebegitu rendahnya kah aku? Dia kan suami orang dan mengapa tidak menghargai arti persahabatan?

Jawaban saya...semuanya berpulang kepada pribadi masing-masing dalam menghadapi realita di masyarakat. Biarkan semua masyarakat yang menilai anda baik atau benar. Persahabatan antara pihak laki-laki dan perempuan sangat mungkin terjalin apalagi perempuan dengan perempuan. Semuanya kembali lagi kepada Anda semua. Pandai-pandailah membawa diri dengan menyadari posisi masing2 dan tetap teguh memegang komitmen pertemanan. Seorang pemerhati perempuan mengatakan kepada saya, semua berpulang kepada perempuannya, jika mampu mengatakan TIDAK tentunya yang namanya perselingkuhan atau apapun namanya tidak akan terjadi. Jika ingin membuka diri kembali untuk relationship, pilihlah perempuan atau laki-laki single….atau Happy dengan kesendirian Anda just make a fun with your LIFE..SINGLE IS HAPPY!!!

Lakukan apa yang Anda yakini benar...
Bahagia? Ya atau tidak andalah yang merasakan.
Hidup adalah pilihan....

Meiyana menulis untuk Anda tercinta semua...
salam SHARE POSITIVE MINDS


Kisah Sang Elang

Seorang petani menemukan sebuah telur di sawahnya, dan ternyata telur yang ditemukannya itu adalah telur elang. Namun si petani tersebut tidak menyadarinya.
Wah..lumayan nih dapet sebutir telur , bisa untuk tambahan menu makanan hari ini, pikir si petani.Sesampainya di rumah, petani tersebut urung melakukan niatnya, melihat bentuk telur itu yang agak besar dan berbeda dengan telur ayam biasanya.
Akhirnya si petani tersebut menaruh telur elang tersebut di kandang seekor ayam betina di belakang rumahnya untuk di erami.

Hari berganti hari, dan akhirnya telur elang itupun menetas bersama dengan telur- telur ayam lainnya. Masa kanak-kanak elang tersebut dihabiskan dengan anak-anak ayam yang lain. Dan akhirnya tingkah elang tersebut pun seperti layaknya ayam yang lain..
si anak elang menjalani kehidupannya seperti ayam, seperti yang dilakukan sang saudara tirinya, mencari cacing,bermain dengan ayam-ayam.

Hingga suatu saat dia melihat ada seekor elang terbang diatas mereka, sang anak elang pun terpana melihat elang tersebut terbang bebas diangkasa. “wah enak ya si elang bisa terbang bebas”kata si anak elang tersebut, ”jangan mimpi deh,kamu kan ayam nga bisa terbang seperti mereka”kata saudara tiri si elang .

Anak elang tumbuh dewasa. Badannya semakin tegar, sayapnya semakin kokoh, kuat paruhnya semakin tajam, dan kakinya semakin mencengkram. Tapi dia masih saja bertingkah seperti ayam. Dia tidak berani tuk mengepakkan sayapnya, hanya bersedih melihat dirinya berbeda dengan ayam-ayam lainnya dan hanya bisa memandang ke langit memperhatikan burung-burung lain yang terbang. Hingga akhirnya si elang itupun mati tanpa ia bisa mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi di angkasa.

—————————-

Sebuah pelajaran yang berharga dari cerita di atas. Tentang diibaratkannya diri kita adalah seekor elang yang sebetulnya mampu untuk terbang, melayang tinggi, dan bermain di angkasa. Hanya tinggal kemauan untuk mencoba mengepakkan sayap, maka kita akan bisa terbang bersama burung-burung yang lain dan malah bisa lebih tinggi kalau kita menyadari bahwa diri kita memiliki kelebihan dan kekuatan untuk melakukan hal itu.


Tapi sayang, kadang-kadang mental kita masih berada jauh dari impian, masih berkutat di dalam lingkungan yang sempit, kuno, dan tidak mau berubah seperti eleng tadi. Untuk keluar mencoba melakukan sesuatu hal yang baru masih belum bisa dan tidak berani melakukannya. Kita masih terkondisikan oleh lingkungan, tanpa mau tahu sebetulnya kita juga bisa menciptakan kondisi lingkungan.

Memang berat menjadi seekor elang di lingkungan ayam, karena memang sudah menjadi kebiasaan, menjadi sebuah tabiat, semua dilakukan atas asas tradisi. Tapi tidak ada salahnya tuk mencoba, tidak ada salahnya tuk bisa berubah. Hidup adalah sebuah alur yang tidak selalu lurus. Ia bergerak dinamis mengikuti arah perkembangan jaman.

Banyak rintangan dan hambatan menjadikan sebuah pelajaran buat kita tuk bisa menghadapinya. Kesabaran tuk belajar mengepakkan sayap secara perlahan-lahan tapi pasti akan menunjukkan jati diri bahwa kita adalah manusia yang diciptakan oleh Allah secara sempurna yang diberikan akal untuk berpikir, tuk bertahan hidup, dan juga tuk bisa merasakan setiap perbedaan dengan perubahan.