Rokok Cinta

CERITANYA gini, katakanlah si Adi baru kenal sama cewek cakep, sebut saja namanya Noni. Dianya langsung naksir
pada pandangan pertama, jantungnya berdetak keras, gup... gup... gup...
Malam Minggu si Adi ngapelin Noni, dianya pasang action dengan ngisep rokok merek “DJINGO” yang artinya “Jiwaku Goncang”.
Singkat cerita, si Adi pake segala ajian peletnya, akhirnya bisa juga ngedapetin Noni, malem Minggu berikutnya dianya
ngapelin lagi, tapi statusnya sudah menjadi pacar nih. Si Adi ganti rokok
lagi. Waktu datang, rokoknya
“DJARUM” yang artinya “Djantungku
Runyam.”
Kenapa? enggak setiap mau nonton si Adi punya duit, kalo lagi bokek terpaksa dia rela ngejual celana jeans kesayangannya... Singkat cerita sudah sekian lama pacaran, si Adi mau hajatan ingin nikahin Noni, untuk menunjukkan suasananya dianya ganti rokok lagi, pake rokok “GUDANG GARAM” yang artinya “Gunakanlah Darah Gadis Remaja”.
Trus besoknya mau nikah, hari ini si Adi buat komitmen dengan cara ganti merek rokok lagi sama “WISMILAK”, artinya “Wanita Itu Selalu Miliknya Laki-laki”.
Nah, semua proses sudah selesai, malem pertama pun datang juga, sebelum aksi dimulai si Adi ngerokok lagi
mereknya “DJI SAM SOE” yang artinya “Djiwaku Sampai Soerga...”***

Nilai Ujian

PADA suatu hari ada anak bernama Edi baru saja mendapatkan hasil
ulangannya kemarin. Dia pun memamerkannya kepada ibunya, Ani. Berikut petikan obrolan mereka;
Edi: “Ibu, aku dapat nilai ulangan 10 !”
Ibu: “Wah hebat sekali kamu nak..!”
Edi:”Iya dong. Edi...!”
ibu: “Lalu bagaimana dengan teman-temanmu yang lain?”
Edi: “Kalau teman-teman sih biasa saja.”
ibu: “Lho, mereka nggak kaget kalau kamu dapat 10??”
Edi: “Ya nggak lah bu. mereka kan dapet 100 semua.”
ibu: “Aiiih....!”***

Pantun Beruntun



















WALAH nak, gimana kalo mau minta ASI nya...?
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Naik lori ke Sekupang

Singgah sebentar di Tembesi,
Jika tuan merasa senang
Kirim ceritanya di sini

Dimana Cinta Sesungguhnya

Jangan Pinta Lagi Hatiku…!!(3)
Tapi cinta yang aku miliki untukmu masih sama Van, masih sama sebelum engkau mengkhianatinya. Bahkan cinta ini semakin besar.

Andai kau tahu itu Van, andai kau tahu ada luka yang menganga di hatiku karena semua yang telah terjadi. Mengapa harus air mata kesedihan yang menetes…?
Mengapa bukan air mata kebahagiaan karena cintaku padamu?

Hari-hariku di kota ini tak bisa membuat gairahku kembali seperti dulu, bahkan aku semakin tersiksa.
Saat aku kembali menyusuri pantai ini seorang diri, biasanya ada Evan di sampingku, biasanya ada Evan yang selalu memelukku erat saat kami sama-sama duduk di pinggir pantai, mengapa aku selalu memikirkannya tanpa aku bisa melupakannya?
Ternyata hatiku masih tetap utuh untukmu Van! Tiba-tiba debur ombak itu memecahkan lamunanku, memecahkan kesunyian hatiku saat ini.

Masih maukah kau memaafkan aku dan kembali di hatiku seperti dulu Kei? Suara itu membuyarkan anganku dan menyadarkan aku bahwa telah ada orang lain sejak aku duduk melamun di pantai ini, ”Evan kenapa dia berada di sini juga?”
‘’Aku tahu Kei, kau pasti kembali ke pantai ini karena cintamu padaku dan aku pun kembali ke sini untuk memohon lagi cintamu seperti satu tahun yang lalu, saat aku memintamu untuk mengisi relung jiwaku, dan kali ini, aku tak mau mendengar penolakanmu Kei, karena aku sangat mencintaimu, aku tahu sulit dengan keadaanmu saat ini, tapi aku yakin kita masih bisa memperbaikinya Kei, memperbaiki sisa cinta kita yang masih terpendam di hati kita.
Tuhan… mengapa mata itu begitu teduh? Mengapa aku tak dapat membencinya, bahkan aku semakin mencintainya? Mengapa hatiku begitu resah setiap aku menatap mata itu?

Sampai dengan Evan merengkuhku dalam pelukannya, tapi aku hanya bisa menatapnya, hanya air mata kebahagiaan yang mewakili semua kata hatiku saat itu, ternyata aku tak pernah bisa meninggalkan cintanya. “Tanpa kau minta hatiku, Aku masih mencintaimu, Van.! Jangan pernah ada kesakitan lagi jika kau tak mau kehilangan hatiku,” hanya itu pintaku…”

Pembaca.., sejujurnya, cinta tak perlu berkata-kata…
Karena cinta mempunyai makna.
Cinta dapat menyatukan rasa…
Karena cinta mempunyai jiwa.
Jika Aku ditakdirkan memiliki cinta…
Biarlah cinta itu mencari artinya….!!!!.(Tamat)

Suspect Flu Babi Serang Bandung

Bandung, BM: Isu Flu babi sudah merambah ke tanah air.
Kepala Penanganan Penyakit Infeksi Khusus RSHS Bandung Hadi Jusuf mengatakan kondisi pasien terduga terinfeks virus influenza A subtipe H1N1 EK (31) beragsur-angsur membaik. Kondisi suhu badan pasien mulai menurun.

Hasil pemeriksaan sampel darah pasien akan didapatkan RSHS dalam waktu dekat.
“Suhu badannya sudah di bawah 37 derajat celcius, tapi ES masih mengeluh sakit menelan,” kata Hadi, Sabtu (16/5).
Rencananya, imbuh Hadi, hari ini diperkirakan hasil uji darah oleh Litbangkes sudah selesai. “Berhubung hari libur jadi hasil tidak bisa disampaikan sekarang ke kita, mungkin dalam waktu dekat,” sambungnya.
Disinggung apabila pasien dinyatakan negatif terjangkit H1N1 memungkinkan pasien untuk keluar dari ruang isolasi, Hadi mengatakan hal tersebut tergantung dari kondisi pasien.
“Jika dilihat masih ada bercak di parunya maka kita akan minta yang bersangkutan untuk tetap dirawat, ya tergantung pasiennya saja,” jelas Hadi.
“Walaupun hasil dari Jakarta dinyatakan negatif pasien nggak boleh langsung pulang,” jelasnya.

Selain itu, pemeriksaan terhadap keluarga pasien turut dilakukan. Hadi mengatakan, langkah tersebut sudah masuk pada prosedural yang ditetapkan ketika mendapatkan temuan yang mengarah pada virus flu babi.
“Pemeriksaan keluarga sudah dilakukan atas koordinasi dengan Dinkes dan belum ada laporan keluarga yang terkena gejala sama dengan EK,” terang Hadi.
EK dirujuk ke RSHS oleh Dinkes Kota Bandung setelah didapati menderita gejala ILI (Influenza Like Illness). Berdasarkan riwayat perjalanan, EK sempat mengunjungi dua negara yang dinyatakan positof terjangkit virus flu babi.
EK langsung diisolasi di ruang Flamboyan sejak Kamis (14/5), kemarin.
Namun, Kopilot ES (39) yang sempat dirawat di Ruang Isolasi Flamboyan RSHS Bandung karena memiliki gejala yang diduga mengarah pada virus flu babi akhirnya diizinkan pulang oleh tim dokter. Tidak mau kecolongan, dokter minta keluarga mengawal kepulangan ES.
“Kita nggak mau kecolongan, meski dinyatakan negatif kita nggak mau ada apa-apa dengan dia di jalan nanti, makanya kita minta keluarga yang menjemputnya,” kata Kepala Penanganan Penyakit Infeksi Khusus RSHS Bandung adi Jusuf ketika dihubungi detikbandung, Sabtu (16/5).
“Terserah ES apakah dia mau pulang ke Surabaya atau masih ingin tinggal di Bandung, yang pasti keluarga harus mengawal dia,” kata Hadi.
Sebelum keluar dari RSHS, imbuh Hadi, ES sempat dirawat di Ruang 11. ES diisolasi sejak Selasa (12/5) karena mengalami gejala yang mengarah pada flu babi.(int)

Tim kesehatan pelabuhan yang berada di Bandara Husein Sastranegara mendapatkan ES mengalami panas tinggi di sebuah hotel di bilangan Jalan Pasteur.
ES mengalami panas tinggi di atas 38 derajat selepas mendarat dari Kuala Lumpur Malaysia. Tim dokter Bandara Husein langsung merujuk ES ke RSHS untuk kemudian diisolasi di Ruang Flamboyan. ES dinyatakan negatif terjangkit H1N1 setelah dilakukan pemeriksaan sampel darah oleh Litbangkes. “Dia hanya menderita flu biasa,” kata Hadi.(int)


Polisi dan TNI Bentrok, Praka Asep Tewas

Bandung, BM: Bentrok antar aparat keamanan kembali terjadi.
Kali ini, Praka Asep Ridwan dari satuan Yonif 312 Subang meninggal setelah terlibat cekcok dengan oknum P3D Polres Bandung Tengah.
Asep meninggal akibat kepalanya luka parah terbentur aspal.

Insiden yang juga melibatkan adik korban, Kiki, yang juga anggota anggota TNI dan seorang anggota polisi di Jalan Pesantren, Kota cimahi, Sabtu (16/5). Menurut sumber di lapangan, perkelahian terjadi di Jalan Pesantren sekitar pukul 09.20 WIB, kemarin.

Cekcok yang melibatkan anggota P3D Polres Bandung Tengah berinisial RN dan Praka Asep Ridwan dari satuan Yonif 312 Subang yang tengah membonceng adiknya Kiki.

“Awalnya perkelahian antara Kiki dan RN.
Praka Asep yang hendak melerai cekcok tersebut terkena tendangan RN dan mengakibatkan Asep terjengkang ke aspal jalan dan jatuh mengenai kepala belakang.

Korban meninggal dunia,” kata Kapolres Cimahi AKBP Purwolelono.

Saat ini, pelaku RN diboyong ke Polresta Bandung Tengah untuk dimintai keterangan. Empat orang saksi di TKP juga dimintai keterangan di Polres Cimahi.
“Kita juga akan mintai keterangan pelaku setelah dibawa ke Polres Bandung Tengah, karena TKP berada di wilayah Cimahi,” kata Purwo.
Untuk menghindari insiden antara anggota polisi dan anggota Yonif 312 Kala Hitam, Subang berbuntut panjang itu, Kapolres Cimahi AKBP Purwolelono langsung berkoordinasi dengan Dan Brigif 15 Cimahi.
“Langkah koordinasi dengan Dan Brigif langsung kita lakukan untuk meredam hal-hal yang tidak diiginkan terjadi setelah insiden tersebut,” kata Purwo.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Yon 312 Subang untuk meredam agar pihak dari TNI tidak terprovokasi akibat dari insiden yang menyebabkan Praka Asep Ridwan meninggal dunia.
Praka Asep Ridwan meninggal setelah mencoba melerai perkelahian antara anggota Polresta Bandung Tengah RN dan adiknya yang tengah bersama korban.
Naas bagi Asep, dirinya tersungkur ke aspal jalan ketika mencoba melerai dan mengalami pendarahan di bagian belakang kepala.
Polisi kini melakukan pemeriksaan terhadap RN di Polres Bandung Tengah. Sementara itu 4 saksi di sekitar lokasi kejadian turut diperiksa di Polres Cimahi.(int)

Karena Mencuri, Fachrudin Dikerangkeng ”Aku Rindu Anakku”


Mata Fachrudin menerawang jauh ke balik jeruji besi Polsekta Bukit Bestari.
Lama baru kemudian kepalanya menunduk. Wajahnya getir.

“Saya teringat anak istri,” katanya.
Terhitung sejak awal April lalu, pria berusia 24 tahun ini menjadi penghuni sel Polsekta yang beralamat di KM 3 Tanjungpinang itu. Ia menghadapi perkara pencurian.
Pada tengah malam Minggu, 5 April lalu, dia ditangkap warga. Dia bersama seorang temannya berencana melakukan pencurian di sebuah rumah di Jalan Basuki Rahmat.

Tadinya, Fachrudin sudah berusaha kabur dari kejaran warga yang tanpa dia sadari sudah mengepung dirinya. Tapi pada dasarnya dia lagi apes.
Dia akhirnya berhasil ditangkap warga ketika bersembunyi. Sementara, temannya yang mengajaknya mencuri itu berhasil kabur.
Bersama temannya itu pula Fachrudin telah pernah satu kali melakukan pencurian. Beberapa hari sebelum dia ditangkap, Fachrudin mencuri dua unit hape di KM 6. Fachrudin mengaku sedih mengingat perbuatan yang pada ujungnya membuat ia meringkuk dalam sel.
Tak ada sama sekali baginya untuk melakukan itu.
Ketika ditangkap, pria bertubuh kurus ini baru 10 hari berada di Tanjungpinang.

Dari Jambi, dia diminta temannya itu untuk datang ke Tanjungpinang. Kabar awal yang dia terima awalnya sungguhlah menyenangkan.
“Ada kerjaan di sini,” kata ajakan dari sang teman itu masih diingatnya jelas.
Oleh karena itulah dia begitu bersemangat dan meyakinkan diri untuk tegar meninggalkan istri dan anaknya yang masih berusia satu tahun lebih. Gambarannya, jika mendapat pekerjaan, kehidupan mereka tentu sedikit akan lebih baik.
Tetapi apa yang diharap dengan kenyataan sangat bertolak belakang. Sesampaiya di Tanjungpinang, Fachrudin bagai musafir terlantar.
Jangankan pekerjaan, buat makan saja dia sulilt.
Kepada temannya, Fachrudin pun lantas menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Jambi saja.

Kawannya menyetujui.
Tapi, permasalahannya tidak segampang itu. Fachrudin tak punya uang. Demikian pula sang kawan.

Sampailah pada akhirnya dia terjebak dalam situasi yang dianggapnya bagai buah simalakama. Mencuri dijadikan sang teman sebagai jalan keluar.

“Kalau berhasil mencuri, saya berfikir uangnya bisa dibelikan tiket,” kata Fachrudin.
Dengan rasa bimbang, dia pun akhirnya menyetujui. Pertama berhasil, dan kedua dia akhirnya tertangkap.
“Padahal saat itu saya sebenarnya sudah cukup uang untuk sekadar beli tiket,” katanya.
Tapi apalah daya. Bukan tiket pulang yang didapat, melainkan tiket masuk penjara.
“Saya sangat menyesal. Tapi apalah daya.
Nasi sudah jadi bubur,” ujarnya lagi.

Di balik jeruji besi, Fachrudin mengaku kini lebih banyak berdoa, berharap hukuman yang ia terima nantinya akan rendah. Dia ingin lekas bebas, dan kembali berkumpul bersama keluarganya. (ame)